Transaksi Pulsa Jalur Bank

Kami sering mendapatkan pertanyaan lewat telepon maupun email tentang Transaksi Pulsa Jalur Bank. Sebetulnya istilah ini bukan hal yang baru. Bagi Anda yang tertarik dengan Transaksi Pulsa Jalur Bank. Berikut penjelasannya.

Asal usul istilah Transaksi Pulsa Jalur Bank

Pada tahun 2007, ada satu perusahaan yang membuka jalur Host-to-Host, yang bertindak sebagai perantara antara operator dengan merchant (salah satunya server). Transaksinya tidak menggunakan chip (MKIOS), tapi langsung mengirim data ke “server induk”. Jalur transaksi tersebut sama dengan yang digunakan perusahaan switching yang bekerja sama dengan bank. Dari sinilah muncul istilah Jalur Bank.

Transaksi dikirim melalui jalur yang sangat aman melalui protokol ISO 8583 (Electronic Financial Transaction).  Jalur ini biasanya harus disertifikasi dulu oleh security auditor eksternal. Protokol ini digunakan secara luas di mesin ATM, mesin EDC, mesin POS (Point of Sales), transaksi di gerai ritel modern channel dan interkoneksi antar bank. Protokol inilah yang membuat istilah Jalur Bank menjadi cukup bisa diterima. Orang awam tidak akan menangkap maksud sebenarnya jika kita jelaskan dengan nama ISO 8583.

Istilah Transaksi Pulsa Jalur Bank menimbulkan persepsi, bahwa transaksi kita kirim ke server pulsa Host-to-Host milik Bank. Persepsi ini sebetulnya kurang tepat. Mengapa?

Bank Tidak Bisnis Pulsa

Jangan lupa, core business Bank adalah mengedarkan uang, meminjamkan uang, dan mengumpulkan uang. Titik! Pada dasarnya Bank tidak tertarik pada bisnis pulsa, tapi bank tertarik pada FEE transaksi yang ditawarkan operator untuk tiap transaksi recharge yang dilakukan oleh nasabah melalui jaringan Bank. Istilahnya Fee Based Income.

Bank tidak mau berurusan dengan komplain pelanggan akibat pulsa tidak masuk, terjadi delay, atau problem transaksi lainnya. Bank tidak tertarik untuk berurusan dengan para reseller/retailer, memberikan edukasi, dan urusan bisnis yang membuatnya keluar dari core business-nya.

Jadi Bank tidak punya server pulsa seperti yang dibayangkan banyak orang. Jadi, kalau mau Transaksi Pulsa Jalur Bank, kita harus ke mana?

Perusahaan Switching

Salah satu partner yang bekerja sama dengan bank adalah perusahaan switching. Merekalah yang menjalankan dan mengoperasikan inftrastruktur IT dan Telekomunikasi yang digunakan Bank. Merekalah yang menghubungkan Bank dengan Operator, Billers dan lain-lain. Mereka menyediakan mesin EDC yang digunakan merchant untuk menerima pembayaran dengan kartu debit dan kartu kredit.

Syarat Legal

Untuk bekerja sama dengan pihak switching, seperti biasa berikut adalah persyaratan legal yang perlu Anda penuhi:

  1. Berbadan hukum PT.
  2. Memiliki NPWP atas nama Perusahaan.
  3. Sudah berstatus PKP (Pengusaha Kena Pajak).
  4. Menandatangani NDA (Non-Disclosure Agreement) atau Perjanjian Kerahasiaan.
  5. Menandatangani PKS (Perjanjian Kerja Sama) setelah testing berhasil.

Syarat Teknis

Beberapa persyaratan teknis yang sudah menjadi standar adalah:

  1. Mampu menggelar infrastruktur IT (Server, Network, Storage) sesuai ketentuan.
  2. Memiliki Tim IT yang bisa diandalkan (development, operation, troubleshooting).
  3. Berhasil melakukan UAT (User Acceptance Test) dengan switching.

Development

Jika Anda sudah memenuhi kualifikasi dan persyaratan tersebut, maka Anda sudah bisa melakukan kerjasama dengan pihak switching. Selanjutnya, Anda bisa menggunakan jasa kami untuk melakukan development modul transaksi ke pihak switching.

PERHATIAN: Sebelum Anda order modul ini, Anda harus sudah menggunakan Voucha4. Kami hanya mengerjakan pembuatan modul transaksi ISO8583 untuk Voucha4. Kami tidak melayani pembuatan modul transaksi untuk software lain. 

Order modul tersebut bisa dilakukan langsung di client area:
https://sandiloka.com/members/cart.php?a=add&pid=30

Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

One Comment

  1. Rusdi

    Saya punya server, tapi setelah baca tertarik trx h2h via jalur bank. Caranya bagaimana ya bisa bergabung?
    WA: 08382345677

Leave a Reply